CARA MEMBEDAKAN ANTARA DARAH HAID DAN DARAH ISTIHADLAH

CARA MEMBEDAKAN ANTARA DARAH HAID DAN DARAH ISTIHADLAH

CARA MEMBEDAKAN ANTARA DARAH HAID DAN DARAH ISTIHADLAH

Penulis : Ummu Muhammad
Muroja’ah : Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar
By Redaksi Muslimah.Or.Id (dengan sdkt perbhan)

Keberadaan darah istihadlah bersama darah haid merupakan suatu masalah yang rumit. Sehingga menurut Ibnu Taimiyyah, keduanya harus dibedakan. Caranya bisa dengan ‘adat (kebiasaan haid) atau dengan tamyiz (membedakan sifat darah)
.
Perbedaan antara darah istihadlah dengan darah haid adalah darah haid merupakan darah alami, biasa dialami wanita normal dan keluarnya dari rahim sedangkan darah istihadlah keluar karena pecahnya urat, sifatnya tidak alami (tidak mesti dialami setiap wanita) serta keluar dari urat yang ada di sisi rahim. .
Ada perbedaan lain dari sifat darah haid bila dibandingkan dengan darah istihadlah:
1. Perbedaan warna. Darah haid umumnya hitam sedangkan darah istihadlah umumnya merah segar.
2. Kelunakan dan kerasnya. Darah haid sifatnya keras sedangkan istihadlah lunak.
3. Kekentalannya. Darah haid kental sedangkan darah istihadlah sebaliknya.
4. Aromanya. Darah haid beraroma tidak sedap/busuk.
.
Misalnya : Seorang wanita haidnya datang selama enam hari di tiap awal bulan. Kemudian dia ditimpa istihadlah dimana darahnya keluar terus-menerus. Maka cara dia menetapkan apakah haid dan istihadlah adalah enam hari yang awal di tiap bulannya adalah darah haid sedangkan selebihnya adalah darah istihadlah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu ‘anha yang mengabarkan kedatangan Fathimah bintu Abi Hubaisy guna mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam , “Wahai Rasulullaah, sesungguhnya aku tidak suci maka apakah aku harus meninggalkan shalat?” Nabi menjawab :
“(Tidak, engkau tetap mengerjakan shalat). Itu hanyalah darah karena terputusnya urat. Apabila datang saat haidmu tinggalkanlah shalat dan bila telah berlalu hari-hari yang kau biasa haid, kemudian mandilah dan shalatlah.” (HR. Bukhari)
.
Wanita istihadlah tdak perlu mandi besar tiap kali sholat. Jika ingin wudhu maka ia perlu mencuci bekas darah dari kemaluannya dan menahan darahnya dengan kain (pembalut).
.
SILAHKAN SHARE JIKA BERMANFAAT

Majelis l @fiqihwanita_


Komentar
Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

© Copyright 2018 .