Bersyukurlah yang belum bertemu jodoh

Bersyukurlah yang belum bertemu jodoh

Bersyukurlah yang belum bertemu jodoh

Mudah-mudahan saudara tidak protes ketika membaca judul tulisan ini. Mari kita perbanyak bertafakur tentang nikmat dari Allah, supaya tidak timbul rasa kurang.

Sungguh banyak sekali yang seharusnya disyukuri " Dan apabila kamu menghitung nikmat Allah,, niscaya
kamu tidak akan dapat menghitungnya."(QS. Ibrahim [14]: 34) Jadi, bersyukur ini tak terkecuali bagi saudara yang belum bertemu jodoh. Mungkin ada yang protes,"Aa;bersyukur apanya?" Bersyukurlah karena memiliki waktu lebih banyak berduaan dengan Allah.
Begitu pula bagi yang tidak atau belum dikaruniai anak, juga seharusnya bersyukur. Karena saat memiliki
anak belum tentu semakin mendekat kepada Allah. Mungin Allah mengetahui kalau kita tidak atau belum siap diberi amanah. Itu bukanlah masalah. Siti Aisyah tidak punya anak, dan tidak berkurang kemuliaannya.
Tetaplah tenang bagi yang belum bertemu jodoh. Jangan sedih atau mengeluh, "Ah, saya ngga laku." 
Tapi seharusnya waktu yang ada dimanfaatkan mendekat kepada Allah. Dari pada hati kita berbagi dengan makhluk, jauh lebih baik cinta kita sepenuhnya diberikan kepada Pencipta makhluk.
Maka, beruntunglah bagi yang belum punya pasangan.Karena bisa lebih rajin dan asyik berduaan dengan Pencipta langit dan bumi. Nanti ketika cinta kepada Allah sudah bagus, tiba waktunya Allah mengaruniakan kita jodoh.
Tapi kalau pun sampai kita meninggal tidak diberi pasangan, maka terimalah dengan rida dan tetap 
bersyukur Karena semua ketentuan Allah bagi kita pasti yang terbaik, dan suka-suka Allah yang Mahabaik memberi jodoh atau tidak. Hidup di dunia tidaklah lama. Yang penting selama hidup kita akrab dengan Allah, dan setelah meninggal di berikan surga. Berjumpa dengan-Nya.
Jangan sampai hanya karena di dunia ini kita belum atau tidak diberi pasangan, lalu sepnjang waktu dipakai 
untuk tidur Setiap hari iri dan dengki pada yang sudah diberi, dan minder kalau ada yang bertanya "Kapan menikah?" Lama-lama jadi suka menangis saat melihat orang lain bersama pasangan dan anaknya. "Ya Allah, Engkau tidak adil." Padahal kalau allah mau mengadili, dari kemarin kita sudah disambar petir. Jangan sampai kita kufur nikmat di dunia, dan di akhirat di rebus. Na'udzubillaahi mindzalik.
Suadaraku. Hanya orang-orang yang kufur nikmatlah yang tidak bahagia. Terlepas apakah dia dikaruniai 
pasangan atau pun tidak. Kalu kita tenggelamkan hati dengan mengingat-ingat karunia Allah, maka hati ini menjadi lembut. Kita bisa terisak-isak menangis. Bukan tangis keluh-kesah atau kecewa, tetapi tangisan syukur dan bahagia. Karena tidak ada yang bisa kita kecewakan dari perbuatan Allah. Orang yang kecewa hanya orang yang kufur nikmat.(*)


"Sumber : Majalah swadaya" Oleh : KH Abdullah Gymnastiar


Komentar
Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

© Copyright 2015 .